JAKARTA — Marc Klok dilaporkan ke PSSI oleh Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno, usai pernyataannya soal ajakan Bobotoh away viral di media sosial jelang laga Persija kontra Persib di Liga 1.
Pernyataan itu memicu polemik di kalangan suporter. Selain itu, ucapan Marc Klok dianggap bertentangan dengan aturan larangan suporter tandang yang masih berlaku di sepak bola Indonesia.
Baca juga: Rivalitas Kejujuran Sebagai Cermin Iman: Kajian Al-Quran, Hadist, dan Ulama
Polemik bermula saat Marc Klok diwawancarai media terkait larangan suporter away. Dalam sesi wawancara tersebut, Klok memberi jawaban yang kemudian viral di media sosial.
“Datang, datang ajalah, gas,” ujar Marc Klok saat diwawancarai Kumparan.
Pernyataan itu menyebar luas di media sosial. Reaksi dari pendukung Persib dan Persija pun langsung mencuat. Sebagian Bobotoh menilai ucapan tersebut hanya candaan. Namun, sebagian suporter Persija menilai pemain profesional seharusnya lebih berhati-hati dalam memberikan pernyataan di tengah rivalitas yang sedang panas.
Marc Klok Dilaporkan ke PSSI oleh Jakmania
Ketua Umum Jakmania, Diky Soemarno kemudian mengambil langkah resmi dengan melaporkan pernyataan Klok kepada PSSI. Mereka mempertanyakan dan meminta federasi bersikap tegas dan konsisten terhadap aturan yang berlaku bagi seluruh klub dan pemain.
“Menurut kami sifatnya memang, kalaupun itu bercanda, sepertinya kurang tepat bercandanya di tengah situasi memanas seperti ini,” ujar Diky Soemarno saat diwawancarai Sportase
Sementara itu, Marc Klok dalam unggahan Instagram Story-nya meminta maaf dan mengklarifikasi bahwa ajakan away yang tersebar di media hanya bercanda. Selain itu, Ia juga meminta Bobotoh tetap memberikan dukungan dari rumah demi menjaga situasi tetap kondusif.

Hingga saat ini, PSSI dan ILeague belum memberi keputusan resmi terkait laporan tersebut. Belum diketahui apakah ucapan Marc Klok akan masuk proses pemeriksaan Komite Disiplin PSSI.
Meski begitu, polemik ini semakin menambah panas rivalitas Persija dan Persib. Rivalitas kedua tim memang dikenal sebagai salah satu yang terbesar dalam sepak bola Indonesia.
Dengan tensi tinggi di media sosial maupun antar supporter, berbagai pihak pun berharap pertandingan tetap berjalan aman dan kondusif tanpa insiden di luar maupun di dalam lapangan.
